Jakarta, Bank Indonesia (BI) berpendapat polemik kasus Bank Century saat ini tidak mempengaruhi persepsi investor asing. Walaupun memang para investor sempat menanyakan gonjang-ganjing yang terjadi di Indonesia, namun ternyata tidak menahan keinginannya untuk tetap berinvestasi.
Demikian dikatakan oleh Head Foreign Debt Analysis and Investor Relations Direktorat Internasional Bank Indonesia Peter Jacobs di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (05/02/2010).
"Kasus Century yang saat ini masuk ke Pansus DPR tidak berdampak negatif kepada para investor. Mereka (investor) saat ini lebih pintar dalam mengikuti politik, teroris, dan kondisi sebuah negara," ujarnya.
Ia menambahkan, sebelumnya memang banyak pertanyaan terkait kasus Bank Century oleh investor kepada BI. "Investor diberikan kepastian dimana kasus Century tidak akan mempengaruhi kegiatan perekonomian di Indonesia, maka tidak ada hal signifikan yang mengganggu," ungkapnya.
Berbeda dengan tahun 1997/1998 dimana saat itu kondisi politik Indonesia sangat mencekam. "Presiden Indonesia saat itu digulingkan dan para investor yang memegang surat utang mengalami kepanikan setelah adanya statement global untuk menjual surat utang Indonesia," katanya.
Hal-hal seperti itu yang dapat menganggu ikim investasi. "Sedangkan pada bulan November 2008 lalu, dimana Century diselamatkan, keadaannya juga membuat sebuah kepanikan. Nilai tukar rupiah yang mengalami depresiasi tajam dan IHSG yang jatuh serta krisis di berbagai negara membuat kepanikan tersendiri dari para investor," jelas Peter.
Namun Jacob menganggap untuk isu-isu saat ini yang dimana beredar adanya pemakzulan terhadap pejabat tinggi pemerintahan tidak membuat investor menarik dananya. "Iklim investasi saat ini masih nyaman," tandasnya. Demikian dikutip dari Detik. (kilasberita.com/asd)
- Harga Emas Kembali Melesat
- Bakrie Brothers Jajaki Pendanaan dari Timur Tengah
- 4 BUMN Deposan Century Nikmati Bunga 13%
- BI Rate Tetap, LPS Ikut Tahan Bunga Penjaminan
- Cerita-cerita Lucu di Balik Audit Century
- Daftar 10 Penunggak Pajak Terbesar
- Sri Mulyani: Ekspor RI Tak Seburuk Bayangan
- Beras Jadi 'Bintang' Inflasi Januari
- Kasus Century Sebaiknya Diserahkan ke KPK
- Pertamina Tak Mau Disebut Menunggak Pajak
Anggota parlemen dari kubu independen, Andrew Wilkie, kemarin menyatakan mendukung PM Australia Julia Gillard untuk membentuk pemerintahan....
Menkomino Tifatul Sembiring membantah akan menutup akses jaringan BlackBerry dalam waktu dekat jika RIM tak juga membangun server data center di Indonesia dan tak memblokir akses pornografi di ponsel cerdas tersebut....
Para pemudik yang melintas di jalur pantura Situbondo sebaiknya mewaspadai 4 titik rawan kecelakaan dan longsor. Selain itu ada juga titik rawan pelaku bajing loncat yang patut diwaspadai....
Berbicara pada pembukaan proses negosiasi perdamaian antara Palestina dan Israel di Washington, Amerika Serikat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pentingnya faktor keamanan sebagai kunci perdamaian....
Pada 23 Agustus 2010 lalu, penyanyi Mayangsari mengijak usia 39 tahun. Mayang pun hanya merayakan hari bahagianya itu bersama anak dan suami tercinta, Bambang Tri....












Beberapa waktu yang lalu, penulis novel Spencer Pratt berniat menjual video seksnya bersama mantan istri, Heidi Montag, seharga Rp 44 Miliar. Namun kini Spencer berubah pikiran....
